Reaktualisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Pendidikan Anak Berbasis Komunitas di Pedesaan
Keywords:
Masjid, Pendidikan Anak, Pendidikan Berbasis Komunitas, Pendidikan Nonformal, Karakter RelegiusAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis reaktualisasi fungsi masjid sebagai pusat pendidikan anak berbasis komunitas di wilayah pedesaan, dengan studi kasus di Masjid lingkungan SD Telaga Sunnah, Desa Agung Dalam, Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus masjid, pengajar, dan orang tua, serta dokumentasi kegiatan pendidikan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid telah mengalami reaktualisasi fungsi dari sekadar ruang ibadah menjadi pusat pendidikan nonformal berbasis komunitas yang terintegrasi dengan sekolah dan keluarga. Program seperti tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, praktik ibadah, muhadoroh anak, serta kegiatan tematik keagamaan berkontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter religius, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab sosial anak. Sinergi antara pengurus masjid, guru sekolah, dan orang tua membentuk ekosistem pendidikan triadik yang memperkuat internalisasi nilai secara berkelanjutan. Meskipun menghadapi kendala pada aspek manajerial, metode pedagogis, dan distraksi digital, strategi adaptif berbasis komunitas mampu menjaga keberlanjutan program. Penelitian ini menegaskan bahwa reaktualisasi fungsi masjid di pedesaan memiliki potensi strategis dalam penguatan pendidikan karakter anak berbasis nilai dan partisipasi sosial.
Downloads
References
Apriantoro, M. S. & Rofiqi, H. A. (2025). Reaktualisasi Model Masjid Era Rasulullah SAW dalam Konteks Pemberdayaan Masyarakat Modern. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara. 6(4). 5498-5504.
Damaiyanti, S., Ayu, B., Yurida, E., Sandika, M., Novita, R., Putri, I. R., Rafflesia, J., Renaldi, R., & Paul, Y. (2024). Peran Masjid dalam Pengembangan Pendidikan Keagamaan Anak-Anak di Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(3), 108–113. https://doi.org/10.55606/jppmi.v3i3.1480
Evi Sakdiah and Sahlaya, M. R. (2025). Symbolic Interactionism in Youth Mosque Communication Practices: A Study of Jami’ Mosque Youth Community in Dalu Sepuluh A Village. International Journal of Islamic Education Research and Multiculturalism (Ijierm), 7(3), 1553-1573. https://doi.org/10.47006/ijierm.v7i3.629
Fadli, F. and Panggabean, H. S. (2025). The Management of Da'wah Activities in Strengthening Inclusive Religious Education and Ethno-Social Pedagogy for Social Cohesion. Journal of Social Knowledge Education (Jske), 6(4), 486-493. https://doi.org/10.37251/jske.v6i4.2158
Farhan, F., Nurwadjah, & Suhartini, A. (2022). Masjid Sebagai Basis Pendidikan Non Formal. Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan, 14(1).
Hermansyah, M. (2024). Implementasi Pendidikan Karakter Islami melalui Program Kegiatan Sekolah Berbasis Masjid SDIT Cahaya Robbani Kabupaten Kepahiang. Berkala Ilmiah Pendidikan, 4(3), 478-490. https://doi.org/10.51214/bip.v4i3.1050
Khikmawati, N. (2021). Pemberdayaan Berbasis Religi; Melihat Fungsi Masjid Sebagai Ruang Religi, Edukasi dan Kultural di Masjid Darusa’adah Kota Bandung. IMEJ: Islamic Management and Empowerment Journal. 2(2). 215-232. https://doi.org/10.18326/imej.v2i2.215-232
Lorenzová, J. (2017). Childhood Through the Lens of Social Pedagogy. International Journal of Social Sciences, VI(1). https://doi.org/10.20472/ss2017.6.1.005
Lubna. (2020). Pendidikan Islam: Dinamika Pertumbuhan dan Perkembangannya dari Masa ke Masa. Mataram: Sanabil.
Motataianu, I. R. (2015). Parent-child Connection – Emotional Synchronization and Playing; a Possible Model to Combat the Child's Unsafe Attachment. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 180, 1178-1183. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.02.238
Mubarok, Z. M. A., Kosasih, A., & Abdillah, H. T. (2025). Utilization of The School Mosque as A Center for Fostering Student Religiousity At SMAN 12 Bandung. Paradigma, 22(2), 477-495. https://doi.org/10.33558/paradigma.v22i2.11341
Okviosa, A. N. R. (2024). Inkulturasi Dan Dakwah: Studi Mengenai Penyampaian Ajaran Islam Di Kalangan Mualaf Tionghoa di Masjid Lautze Jakarta [Inculturation and Da'wah: Studies Concerning the Transmission of Islamic Teachings Among Chinese Converts at Lautze Mosque in Jakarta]. Jurnal Lectura, 1(1), 19-37. https://doi.org/10.19166/lectura.v1i1.8675
Rahayu, F. and Wahyudi, H. (2023). Mewujudkan Lingkungan Belajar Islami : Kolaborasi Antara Orang tua, Mesjid dan Sekolah berdasarkan Pemikiran Abdullah Nasih Ulwan. Tamilis Synex Multidimensional Collaboration, 1(04), 37-48. https://doi.org/10.70610/tls.v1i04.411
Toni, Karimb, A., Bahari, Y. & Warneri. (2024). Model Pendidikan Berbasis Komunitas. Tumoutou Social Science Journal (TSSJ). 1(2). 92-99.
Ulfah, O. and Sulaiman, S. (2025). Peran Remaja Masjid Nurul Iman dalam Membentuk Karakter Religius Remaja di Nagari Koto Gadang. Yasin, 5(4), 2930-2939. https://doi.org/10.58578/yasin.v5i4.5869
Whitney, R. (2024). Interactive learning: Using experiential activities to boost training engagement. New Directions for Student Leadership, 2024(184), 103-114. https://doi.org/10.1002/yd.20644










