Model Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman dalam Pengembangan Karakter Moral Anak Usia Dini
Keywords:
Internalisasi Nilai, Pendidikan Islam, Karakter Moral, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi model internalisasi nilai-nilai keislaman dalam pengembangan karakter moral anak usia dini di TKIT An Nashiihah 7 Citarik, Cikarang Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah sekaligus guru, orang tua, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi penilaian perkembangan diniyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai keislaman dilakukan melalui tiga mekanisme utama: (1) keteladanan guru sebagai model moral, (2) pembiasaan religius terstruktur melalui kegiatan rutin harian dan praktik ibadah, serta (3) sinergi sekolah dan keluarga dalam penguatan karakter. Model ini membentuk karakter moral anak dalam aspek disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kepedulian sosial, dan kebiasaan beribadah. Penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai keislaman yang dilakukan secara konsisten, kontekstual, dan kolaboratif berkontribusi signifikan terhadap pembentukan fondasi moral anak pada masa golden age.
Downloads
References
Ayu, N. G. S. N. (2023). Mengintegrasikan Media Sosial Dalam Pendidikan Etika Anak Usia Dini. Incrementapedia Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 21-28. https://doi.org/10.36456/incrementapedia.vol5.no2.a8385
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What Works In Character Education: A Research-Driven Guide For Educators. Character Education Partnership.
Boiliu, E. R. (2022). Aplikasi Teori Belajar Sosial Albert Bandura Terhadap PAK Masa Kini. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 133. https://doi.org/10.25278/jitpk.v3i2.649
Carmichael, C. L., Schwartz, A. M., Coyle, M. A., & Goldberg, M. H. (2018). A Classroom Activity for Teaching Kohlberg’s Theory of Moral Development. Teaching of Psychology, 46(1), 80-86. https://doi.org/10.1177/0098628318816180
Enciso, R. S. P., Mamani, O. A., & Vargas, M. G. M. (2023). Moral judgement among university students in Ica: A view from the perspective of Lawrence Kohlberg. F1000research, 11, 1428. https://doi.org/10.12688/f1000research.125433.2
Epstein, J. L. (2011). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Philadelphia, PA: Westview Press.
King, P. E., & Boyatzis, C. J. (2015). Exploring adolescent spiritual exemplars: A personcentered approach. Journal of Personality, 83(2), 163-176.
Kurniawan, B. (2020). Implementasi Pendidikan Tekhnohumanistik Berbasis 4c Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik. Indonesian Values and Character Education Journal, 3(1), 40-46. https://doi.org/10.23887/ivcej.v3i1.27219
Lickona, T. (1991). Educating For Character: How Our Schools Can Teach Respect And Responsibility. New York: Bantam Books.
Nucci, L. P. & Narvaez, D. (2008). Handbook of Moral and Character Education. New York: Routledge.
Pölzl‐Stefanec, E., Paleczek, L., & Eichen, L. (2021). Digitalisation in early childhood: Approaches, effects and critical views. British Journal of Educational Technology, 52(6), 2097-2099. https://doi.org/10.1111/bjet.13166
Tuladhar, C. T. and Commons, M. L. (2014). Correspondence between some life-span, stage theory developmental sequences of stages and levels.. Behavioral Development, 19(3), 24-27. https://doi.org/10.1037/h0100586
Wentzel, K. R. (2002). Are Effective Teachers Like Good Parents? Teaching Styles And Student Achievement In Social Studies. Journal of Educational Psychology, 94(3), 547-557.










