Pengaruh Father Involvement Pada Masa Kanak-Kanak Terhadap Emotional Well-Being Pada Emerging Adulthood

Authors

  • Siti Alivia Rizki Djulhijah Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Diana Imawati Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Silvia Eka Mariskha Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.242

Keywords:

Father Involvement, Emotional Well-Being, Emerging Adulthood

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh father involvement pada masa kanak-kanak terhadap emotional well-being pada individu yang berada pada fase emerging adulthood. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Populasi penelitian adalah individu berusia 18–25 tahun pada fase emerging adulthood. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 205 responden. Data dikumpulkan menggunakan Emotional Well-Being Scale (Şimşek, 2011) dan Father Involvement Scale (Finley & Schwartz, 2004). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara father involvement pada masa kanak-kanak terhadap emotional well-being pada individu emerging adulthood (R = 0,450; R² = 0,203; F = 51,680; p = 0,000). Semakin tinggi keterlibatan ayah yang dirasakan individu pada masa kanak-kanak, semakin tinggi pula emotional well-being yang dimiliki pada fase emerging adulthood. Father involvement menyumbang 20,3% terhadap emotional well-being, sementara 79,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, S. M., Fitriani, P. N., & Haryanto, H. C. (2022). Studi deskriptif quarterlife crisis pada fase emerging adulthood di Kota Mataram saat masa pandemi. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 13(1).

Alfajati, F. S., & Tresnawaty, Y. (2024). Hubungan father involvement selama masa kanak-kanak dengan emotional well-being pada dewasa awal. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(3), 1807–1817. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i3.6226

Allen, S., & Daly, K. J. (2007). The effects of father involvement: An updated research summary. Centre for Families, Work and Well-Being, University of Guelph.

Anggraeni, I. L., & Rozali, Y. A. (2023). Quarter life crisis ditinjau dari kecerdasan emosional pada dewasa awal. Prosiding Psychommunity Seminar Nasional Psikologi Esa Unggul.

Aprodita, N. P. (2021). Peran intolerance of uncertainty terhadap depresi pada individu dewasaawal. Humanitas (Jurnal Psikologi), 5(2), 179–196.

Arnett, J. J. (2004). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties. Oxford University Press.

Badan Pusat Statistik. (2024). Profil anak usia dini 2024. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2025). Cerita data statistik untuk Indonesia volume 2 nomor 6: Potret masalah perilaku dan emosional di Indonesia – siapa yang paling rentan? bps.go.id

Baihaqi, I., Hastuti, D., & Simanjuntak, M. (2025). Keterlibatan dan kelekatan ayah terhadap kematangan sosial anak: Peran mediasi regulasi emosi. Jurnal Konseling Indonesia.

Chodijah, S., & Nurwati, N. (2023). Dampak perceraian orang tua terhadap kondisi psikologis anak dan remaja. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 6(1).

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.

Cui, M., Ueno, K., Gordon, M., & Fincham, F. D. (2013). The continuation of intimate partner violence from adolescence to young adulthood. Journal of Marriage and Family, 75(2), 300–313. https://doi.org/10.1111/jomf.12016

Culpin, I., Heuvelman, H., Rai, D., Pearson, R. M., Joinson, C., Heron, J., Evans, J., & Kwong, A. S. F. (2022). Father absence and trajectories of offspring mental health across adolescence and young adulthood: Findings from a UK birth cohort. Journal of Affective Disorders, 314, 150–159. https://doi.org/10.1016/j.jad.2022.07.016

Devina, U. D. (2024). Keterlibatan ayah dan kesejahteraan psikologis pada emerging adulthood (Undergraduate thesis, unpublished). Universitas Islam Indonesia.

Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2003). Personality, culture, and subjective well-being: Emotional and cognitive evaluations of life. Annual Review of Psychology, 54, 403–425. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.54.101601.145056

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.

Farina, B., & Schimmenti, A. (2025). The psychopathological domains of attachment trauma: A proposal for a clinical conceptualization. Clinical Neuropsychiatry, 22(5), 351.

Fatchurrahmi, R., & Urbayatun, S. (2022). Peran kecerdasan emosi terhadap quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 13(2), 102–113.

Finley, G. E., & Schwartz, S. J. (2004). The father involvement and nurturant fathering scales: Retrospective measures for adolescent and adult children. Educational and Psychological Measurement, 64(1), 143–164. https://doi.org/10.1177/0013164403258453

Formoso, D., Gonzales, N. A., & Aiken, L. S. (2000). Family conflict and children's internalizing and externalizing behavior: Protective factors. American Journal of Community Psychology, 28(2), 175–199. https://doi.org/10.1023/A:1005135217449

Hannani, S. (2022). Hubungan father involvement dengan psychological well-being perempuan dalam masa emerging adulthood (Master's thesis, unpublished). Universitas Airlangga.

Keyes, C. L. M. (2002). The mental health continuum: From languishing to flourishing in life. Journal of Health and Social Behavior, 43(2), 207–222.

Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development (5th ed.). John Wiley & Sons.

Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. World Health Organization.

Nabila, N. (2025). Pengaruh emotional well-being terhadap perilaku phubbing pada mahasiswa (Undergraduate thesis, unpublished). UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Oktaviani, D., & Krismono. (2025). Analysis of the marriage is scary phenomenon among generation Z. Sahaja: Journal Sharia and Humanities, 4(1), 422–439.

Santrock, J. W. (2012). Life span development: Perkembangan masa-hidup (13th ed.). Erlangga.

Shulman, S., & Connolly, J. (2013). The challenge of romantic relationships in emerging adulthood: Reconceptualization of the field. Emerging Adulthood, 1(1), 27–39. https://doi.org/10.1177/2167696812467330

Silviana, S., & Hastuti, R. (2024). Keterlibatan ayah dan kaitannya dengan emotional well-being pada remaja akhir. PAEDAGOGY: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 4(4).

Şimşek, Ö. F. (2011). An intentional model of emotional well-being: The development and initial validation of a measure of subjective well-being. Journal of Happiness Studies, 12(3), 421–442. https://doi.org/10.1007/s10902-010-9203-0

Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi penelitian: Lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Pustaka Baru Press.

Sukmadinata, N. S. (2012). Metode penelitian pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Sulistyawati, Y. (2024). The effect of perceived father involvement on emotional intelligence in adolescents. Developmental and Clinical Psychology.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Djulhijah, S. A. R., Imawati, D., & Mariskha, S. E. (2026). Pengaruh Father Involvement Pada Masa Kanak-Kanak Terhadap Emotional Well-Being Pada Emerging Adulthood. Jiwara: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 1(2), 111-119. https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.242