Pendekatan Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum PAI untuk Mencegah Tawuran Pelajar
DOI:
https://doi.org/10.67755/jhusum.v1i1.226Keywords:
Pendekatan Sosiologis, Kurikulum PAI, Tawuran Pelajar, Pendidikan Karakter, Konflik SosialAbstract
Fenomena tawuran pelajar masih menjadi persoalan serius dalam dunia pendidikan Indonesia karena mencerminkan lemahnya internalisasi nilai sosial dan karakter peserta didik dalam lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang lebih adaptif terhadap realitas sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pendekatan sosiologis dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam sebagai strategi preventif untuk mencegah tawuran pelajar. Topik ini dipilih karena meningkatnya kompleksitas persoalan sosial remaja yang menuntut pembelajaran agama tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan kesadaran sosial dan kemampuan menyelesaikan konflik secara damai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sosiologis dapat diimplementasikan melalui integrasi nilai toleransi, rekonsiliasi, musyawarah, pembelajaran kontekstual berbasis kasus sosial, kegiatan kolaboratif, serta evaluasi autentik yang menekankan perilaku sosial peserta didik. Pendekatan ini terbukti mampu memperkuat karakter sosial dan membangun budaya damai di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis pendekatan sosiologis menjadi solusi strategis dalam upaya pencegahan tawuran pelajar secara berkelanjutan.
Downloads
References
Anwar, M., & Sulastri, R. (2021). Analisis faktor sosial penyebab perilaku agresif di kalangan pelajar sekolah menengah. Jurnal Sosiologi Pendidikan Indonesia, 9(2), 112–126. https://doi.org/10.31219/jspi.v9i2.214
Azizah, N., & Fadli, M. (2024). Project-based Islamic learning and student social character development in secondary schools. Journal of Islamic Education Studies, 12(1), 44–59. https://doi.org/10.21043/jies.v12i1.8421
Creswell, J. W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Faizin, A. (2025). Transformative Islamic education curriculum in preventing youth violence. Indonesian Journal of Islamic Studies, 19(1), 33–50. https://doi.org/10.21580/ijis.2025.19.1.8821
Fauzi, A., & Mahmudah, S. (2022). Contextual learning implementation in Islamic education curriculum at Indonesian secondary schools. Jurnal Pendidikan Islam, 8(3), 201–218. https://doi.org/10.15575/jpi.v8i3.17654
Hidayat, A. (2022). Penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis nilai sosial. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 17(2), 134–149. https://doi.org/10.19105/tjpi.v17i2.6011
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2020). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam di sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi. Rajawali Pers.
Mulyadi, R., Hasanah, U., & Kurniawan, D. (2023). Collaborative learning strategy in preventing student violence behavior. International Journal of Educational Development, 18(4), 78–92. https://doi.org/10.1080/ijed.2023.11874
Nasution, F., Siregar, M., & Lubis, A. (2023). Peer group influence on adolescent aggressive behavior in urban schools. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(1), 55–69. https://doi.org/10.21831/jpp.v15i1.44120
Prasetyo, H., & Kurniawan, B. (2024). Student violence trends in Indonesian schools: Challenges for educational policy reform. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 14(1), 21–39. https://doi.org/10.21831/jkp.v14i1.59872
Rahman, F., & Putri, D. A. (2023). Family communication patterns and adolescent conflict behavior. Jurnal Pendidikan Sosial, 10(3), 88–103. https://doi.org/10.23917/jps.v10i3.20319
Setiawan, E., & Arifin, Z. (2024). Social heterogeneity and curriculum adaptation in Indonesian schools. Journal of Curriculum Studies Indonesia, 6(2), 91–107. https://doi.org/10.32528/jcsi.v6i2.7302
Suryana, Y. (2021). Sociological approaches in curriculum reconstruction for contemporary education. Jurnal Pengembangan Kurikulum, 13(1), 45–61. https://doi.org/10.15575/jpk.v13i1.12109
Yusuf, M., & Khasanah, L. (2022). Authentic assessment model in Islamic education learning. Jurnal Evaluasi Pendidikan Islam, 11(2), 67–81. https://doi.org/10.24235/jepi.v11i2.9784













