Peran Gaya Kelekatan terhadap Preferensi Pemilihan Pasangan pada Laki-Laki Dewasa Awal yang Masih Lajang

Authors

  • Syifa Kamila Defayani Universitas Esa Unggul Jakarta
  • Winanti Siwi Respati Universitas Esa Unggul Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.249

Keywords:

Gaya Kelekatan, Preferensi Pemilihan Pasangan, Laki-laki Dewasa Awal

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya jumlah laki-laki dewasa awal yang belum menikah di Indonesia serta pentingnya pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pemilihan pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran gaya kelekatan terhadap preferensi pemilihan pasangan pada laki-laki dewasa awal yang masih lajang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan desain asosiatif kausal. Sampel penelitian melibatkan 145 responden laki-laki berusia 20-40 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive dan insidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Trent-Relationship Scales Questionnaire (T-RSQ) untuk mengukur gaya kelekatan (secure, dismissing, fearful, dan preoccupied) serta skala Nine-Mate Selection Question (NMSQ) untuk mengukur preferensi pemilihan pasangan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil uji regresi simultan maupun parsial menunjukkan bahwa keempat pola gaya kelekatan tidak berperan secara signifikan terhadap preferensi pemilihan pasangan pada laki-laki dewasa awal yang masih lajang (sig. = 0,810, p > 0,05). Kontribusi total keempat gaya kelekatan terhadap preferensi pemilihan pasangan hanya sebesar 1,1% (R Square = 0,011), sedangkan 98,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti status sosial-ekonomi, pendidikan, maupun faktor eksternal lainnya. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan tidak terbukti, mengindikasikan bahwa gaya kelekatan lebih relevan menjelaskan aspek afektif atau kesiapan psikologis ketimbang kriteria kognitif dalam memilih pasangan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afdala, D. F., & Nurhanifah. (2026). The reconstruction of male masculinity on TikTok: A Gen Z. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(2), 465-478. https://doi.org/10.58540/isihumor.v4i2.1544

Afhami, R., & Rafiee, P. (2020). Adult attachment and long-term mate preferences in Iran. Evolutionary Psychological Science, 6, 136-141. https://doi.org/10.1007/s40806-019-00221-0

Annisa, N. M., & Dalimunthe, F. G. (2021). Aman, menghindar, cemas: Pengaruh attachment style terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal. Jurnal Ilmiah Psikologi, 3(1), 12-18. https://doi.org/10.37278/jipsi.v3i01.405

Azwar, S. (2025). Penyusunan skala psikologi (3rd ed.). Pustaka Pelajar.

Bartholomew, K., & Horowitz, L. M. (1991). Attachment styles among young adults: A test of a four-category model. Journal of Personality and Social Psychology, 61(2), 226-244. https://doi.org/10.1037/0022-3514.61.2.226

BKKBN. (2025). Pendewasaan usia perkawinan bagi remaja.

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss (1st ed.). Hogarth Press.

BPS. (2024). Statistik pemuda Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.

Buss, D. M. (1989). Sex differences in human mate preferences: Evolutionary hypotheses tested in 37 cultures. Behavioral and Brain Sciences, 12(1), 1-49. https://doi.org/10.1017/S0140525X00023992

CNA Indonesia. (2024). Penduduk Indonesia kini 282,4 juta, 45% masih jomblo. https://www.cna.id/lifestyle/penduduk-indonesia-jomblo-belum-menikah-single-20131

Crain, W. (2011). Theories of development: Concepts and applications (6th ed.). Pearson Education Limited.

DeGenova, M. K., & Rice, F. P. (2008). Intimate relationships, marriages, & families (7th ed.). McGraw-Hill.

Feist, G. J., Feist, J., & Roberts, T.-A. (2021). Theories of personality (10th ed.). McGraw-Hill Education.

Fisher, A. N., Anthony, D., Anastasija, S., Hannah, K., Erin, E. D., Desgrosseilliers, E., & Macintosh, A. (2025). "A recipe for disaster?": Female-breadwinner relationships threaten heterosexual scripts. Sex Roles, 91(3), 1-26. https://doi.org/10.1007/s11199-025-01560-y

Griffin, D. W., & Bartholomew, K. (1994). Attachment processes in adulthood. Jessica Kingsley Publishers.

Hazan, C., & Shaver, P. R. (1987). Romantic love conceptualized as an attachment process. Journal of Personality and Social Psychology, 52(3), 511-524. https://doi.org/10.1037/0022-3514.52.3.511

Marpaung, A., & Iskandar, T. (2026). Gengsi mahar tinggi dan penundaan pernikahan: Studi kasus pada pemuda Muslim Medan. Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum, 5(3), 814-823. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i3.2555

Nuroniyah, W. (2023). Psikologi keluarga.

Nurviana, A., & Hendriani, W. (2021). Makna pernikahan pada generasi milenial yang menunda pernikahan dan memutuskan untuk tidak menikah. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(2), 1037-1045.

Nuurmahsa, N. L., & Maghfiroh, F. (2025). Dinamika fear of intimacy pada individu dewasa awal dengan latar belakang orang tua bercerai: Sebuah studi kasus. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(4), 1305-1313. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i4.7013

Oktavia, E., & Sitorus, R. H. (2025). Faktor-faktor yang memengaruhi penundaan perkawinan wanita usia dewasa awal di Pulau Jawa tahun 2024. Seminar Nasional Official Statistics.

Putrie, L. K., Rohayati, N., & Ibad, M. C. (2025). Mengapa memilih pasangan itu sulit? Peran self esteem dan attachment style dalam kecemasan memilih pasangan. Jurnal Psikologi dan Konseling West Science, 3(4), 602-611.

Rosalinda, I., & Michael, T. (2019). Pengaruh harga diri terhadap preferensi pemilihan pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang mengalami quarter-life crisis. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 8(1), 20-26. https://doi.org/10.21009/jppp.081.03

Santrock, J. W. (2021). Life span development (18th ed.). McGraw-Hill Education.

Scharfe, E. (2016). Measuring what counts: Development of a new four-category measure of adult attachment. Personal Relationships, 23(1), 4-22. https://doi.org/10.1111/pere.12105

Shahi, H., Hall, S. S., Mogilski, J., Amraei, K., de Vries, R. E., Ghasemi, A., Azizi, Z., & Boehnke, K. (2023). Interrelated psychological predictors of mate preferences among Iranian male and female emerging adults. Personal Relationships, 30(4), 1164-1184. https://doi.org/10.1111/pere.12519

Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.

Townsend, J. M. (1998). What women want-What men want: Why the sexes still see love and commitment so differently. Oxford University Press.

Townsend, J. M., & Roberts, L. W. (1993). Gender differences in mate preference among law students: Divergence and convergence of criteria. The Journal of Psychology, 127(5), 507-528. https://doi.org/10.1080/00223980.1993.9914888

Wisnuwardhani, D., & Mashoedi, S. F. (2012). Hubungan interpersonal. Salemba Humanika.

Downloads

Published

2026-08-24

How to Cite

Defayani, S. K., & Respati, W. S. (2026). Peran Gaya Kelekatan terhadap Preferensi Pemilihan Pasangan pada Laki-Laki Dewasa Awal yang Masih Lajang. Jiwara: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 1(2), 201-208. https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.249