Islamic Digital Citizenship: Kerangka Konseptual Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.67755/leadersia.v1i2.157Keywords:
Islamic Digital Citizenship, Pendidikan Agama Islam, Sekolah Dasar, Adab Digital, Literasi Media, Perlindungan Anak, Kecerdasan BuatanAbstract
Transformasi digital telah mengubah ruang belajar dan ruang sosialisasi anak sekolah dasar. Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu diarahkan untuk membentuk kemampuan anak dalam berperilaku etis, aman, kritis, dan bertanggung jawab di ruang digital—tidak lagi cukup sebatas pengajaran pengetahuan keagamaan di kelas. Artikel ini bertujuan merumuskan Islamic Digital Citizenship sebagai kerangka konseptual baru bagi pengembangan PAI di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain kajian konseptual berbasis telaah literatur integratif terhadap lebih dari dua puluh sumber yang dipilih secara purposif dari lima rumpun kajian: kewargaan digital, literasi media, hak anak dalam lingkungan digital, etika kecerdasan buatan, dan pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui pemetaan konsep, sintesis tematik, dan rekonstruksi normatif berdasarkan nilai adab, akhlak, amanah, tabayyun, dan maqashid syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islamic Digital Citizenship dapat dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu adab digital, literasi media kritis, dan perlindungan anak berbasis nilai Islam. Ketiga pilar tersebut diturunkan ke dalam enam dimensi operasional: identitas digital beradab, komunikasi digital bermoral, literasi informasi dan tabayyun, keamanan dan perlindungan data, pengendalian diri dalam konsumsi digital, serta partisipasi digital yang maslahat. Kebaruan artikel ini terletak pada rekonstruksi digital citizenship dari perspektif normatif Islam sebagai jembatan antara literasi digital kontemporer dan tradisi adab dalam pendidikan Islam. Kerangka ini memberi kontribusi teoretis bagi pengembangan PAI kontemporer sekaligus menawarkan arah praktis bagi guru, sekolah, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merancang pembelajaran PAI yang responsif terhadap tantangan kecerdasan buatan dan ekosistem digital anak.
Downloads
References
Al-Attas, S. M. N. (1980). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. ABIM.
Al-Ghazali, A. H. (2005). Ihya’ ‘ulum al-din. Dar Ibn Hazm.
Al-Shatibi, A. I. (1997). Al-Muwafaqat fi usul al-shari‘ah. Dar Ibn ‘Affan.
Choi, M. (2016). A concept analysis of digital citizenship for democratic citizenship education in the Internet age. Theory & Research in Social Education, 44(4), 565–607. https://doi.org/10.1080/00933104.2016.1210549
Council of Europe. (2019). Digital citizenship education handbook: Being online, well-being online, and rights online. Council of Europe Publishing.
Hague, C., & Payton, S. (2010). Digital literacy across the curriculum. Futurelab.
Helsper, E. J. (2021). The digital disconnect: The social causes and consequences of digital inequalities. SAGE Publications.
Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: A plan of action. The Aspen Institute.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti fase A–F. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
Livingstone, S., & Third, A. (2017). Children and young people’s rights in the digital age: An emerging agenda. New Media & Society, 19(5), 657–670. https://doi.org/10.1177/1461444816686318
Mossberger, K., Tolbert, C. J., & McNeal, R. S. (2008). Digital citizenship: The Internet, society, and participation. MIT Press.
OECD. (2019). Educating 21st century children: Emotional well-being in the digital age. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/b7f33425-en
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
Ribble, M. (2015). Digital citizenship in schools: Nine elements all students should know (3rd ed.). International Society for Technology in Education.
UN Committee on the Rights of the Child. (2021). General comment No. 25 (2021) on children’s rights in relation to the digital environment. United Nations.
UNESCO. (2023). Guidance for generative AI in education and research. UNESCO.
UNICEF. (2021). Policy guidance on AI for children. UNICEF Office of Global Insight and Policy.
Warschauer, M. (2004). Technology and social inclusion: Rethinking the digital divide. MIT Press.













