Pencemaran Nama Baik dalam Perspektif Hukum Pidana Islam dan Hukum Positif Indonesia: Studi Komparatif Pasca Pemberlakuan KUHP Baru
DOI:
https://doi.org/10.67755/as-shiraj.v1i4.255Keywords:
Pencemaran Nama Baik, Hukum Pidana Islam, Hukum Positif, Qadzaf, Maqashid al-Syari’ahAbstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan kasus tindak pidana pencemaran nama baik di ruang digital, sementara Indonesia sebagai negara hukum dengan mayoritas penduduk muslim menghadapi dualisme sistem hukum antara hukum positif dan hukum pidana Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep dan pengaturan normatif tindak pidana pencemaran nama baik dalam kedua sistem hukum tersebut, mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya, serta menganalisis relevansinya melalui studi kasus. Penelitian menggunakan metode yuridis-normatif dengan jenis penelitian kepustakaan yang bersifat komparatif, dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum pidana Islam mengatur pencemaran nama baik melalui empat kategori jarimah — qadzaf, ghibah, buhtan, dan namimah — dengan sanksi had dan ta’zir, sedangkan hukum positif mengaturnya dalam Pasal 433–439 KUHP Baru dan Pasal 27A UU ITE. Kedua sistem hukum memiliki lima titik temu substantif, namun berbeda mendasar pada sumber normatif, kategorisasi perbuatan, standar pembuktian, filosofi sanksi, dan responsivitas terhadap era digital. Studi kasus Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 2655 K/Pid.Sus/2026 menunjukkan bahwa kedua kerangka hukum dapat saling melengkapi dalam mewujudkan pembaruan hukum pidana yang lebih humanis dan berkeadilan.
Downloads
References
Abella, P., Niken Dayu, & Marzadi, H. (2025). Analisis Pelanggaran Kode Etik Advokat Dan Perannya Dalam Meningkatkan Profesionalisme Profesi Advokat. Journal of Development Economics and Digitalization, Tourism Economics, 2(1), 81–93. https://doi.org/10.70248/jdedte.v2i1.1754
Dee, M. La, Efendi, S., Harahap, E. H., & Amrullah, M. S. (2025). Dinamika Hukum Pidana Dalam Konteks Keadilan. PT. Media Penerbit Indonesia.
Dewi, V. D. P. (2024). Kebebasan Berpendapat Dan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Di Media Sosial. Legal Studies Journal, 4(1), 82–92. https://doi.org/10.33650/lsj.v4i1.10861
Efendi, S. (2023). Analisis Sanksi Pidana dalam Hukum Islam Pendekatan Teoritis dan Pustaka. MAQASIDI: Jurnal Syariah Dan Hukum, 3(2), 151–162. https://doi.org/10.47498/maqasidi.v3i2.3524
Efendi, S. (2025). A Comparative of Sanctions for Hoax as an Information Crime under the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE) and Fiqh Jinayah. El-Hadhanah : Indonesian Journal Of Family Law And Islamic Law, 5(1), 32–45. https://doi.org/10.22373/hadhanah.v5i1.7698
Efendi, S., Akbar, K., & Khalidi, M. (2024). Exploring Criminal Punishments: A Comparative Review of Islamic and Indonesian Law. FUQAHA Journal of Islamic Law, 1(1), 13–22.
Efendi, S., Majida, A. Z., Soraya, J., Abdurrachman, H., Halim, S. L., Subarkah, A. D., Tjahjadi, D. P., Purwati, A., Rahman, M. A., Juita, S. R., & Hermanto, B. (2026). Hukum Cyber: Tantangan dan Solusi di Era Digital. Adikara Cipta Aksa.
Elliot, M., & Holt, K. (2020). Editorial: Freedom of Expression and the Online Abyss. Media and Communication, 8(4), 107–109. https://doi.org/10.17645/mac.v8i4.3693
Farida, E. (2022). Kewajiban Negara Indonesia Terhadap Pemenuhan Hak Kebebasan Berpendapat Dan Berekspresi. QISTIE, 14(2), 39. https://doi.org/10.31942/jqi.v14i2.5590
Febrianasari, S. A. (2022). Kebebasan Berpendapat Dalam Perspektif Kedaulatan Rakyat. Sovereignty, 1(2), 238–246. https://doi.org/10.13057/souvereignty.v1i2.223
Hadana, E. S. (2020). Jarimah Qadhaf Dalam Sistem Pemidanaan Islam. Lentera, 2(2), 165–174. https://doi.org/10.32505/lentera.v2i2.2118
Harahap, A. P., Siregar, H. Y., Hasibuan, M. H., & Yusuf, M. F. (2024). Kemanusiaan Dan Keadilan: Mengeksplorasi Hak Asasi Manusia Dalam Konteks Hukum Islam. HAKAM: Jurnal Kajian Hukum Islam Dan Hukum Ekonomi Islam, 8(1). https://doi.org/10.33650/jhi.v8i1.8205
Haryanto, E. (2025). Implikasi Hukum Pasca Putusan MK Nomor 105/PUU-XXII/2024 tentang Perubahan Sejumlah Pasal dalam Undang-Undang ITE. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 15(2). https://doi.org/10.35968/jihd.v15i2.1528
Hasanah, W., & Hartono, H. (2024). Analisis Larangan Ghibah Dalam Surah Al-Hujurat Ayat 12 Pendekatan Fenomologi Sosial. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 3(1), 43–54. https://doi.org/10.35132/assyifa.v3i1.719
Hutagaol, H. D., Fahmi, & Harahap, I. (2025). Penyelesaian Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Ujaran Kebencian Dari Perspektif Undang-Undang Ite, Undang-Undang Ham, Dan Undang-Undang Kebebasan Menyampaikan Pendapat Di Muka Umum. Collegium Studiosum Journal, 7(2). https://doi.org/10.56301/csj.v7i2.1434
Indriasari, D. T. (2024). Kebebasan Berekspresi dalam Tekanan Regulasi: Studi terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Masyarakat Indonesia, 49(2), 243–256. https://doi.org/10.14203/jmi.v49i2.1373
Irfan Pratama, M., Rahman, A., & Bachmid, F. (2022). Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi di Media Sosial dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.56087/qawaninjih.v3i1.406
Jafar, W. A. (2019). Sanksi Penyebar Hoax Perspektif Hukum Pidana Islam. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi Dan Keagamaan, 6(1), 49. https://doi.org/10.29300/mzn.v6i1.2206
Jasmadi, Yamin, M., Febriansyah, & Okatapani, S. (2024). Peran Konstitusi Dalam Melindungi Hak Asasi Manusia Terhadap Penerapan Undang-Undang Ite Di Era Demokrasi. Collegium Studiosum Journal, 7(1), 178–192. https://doi.org/10.56301/csj.v7i1.1314
Lim, H. C., & Firmansyah, H. (2025). Penjatuhan Sanksi Pidana Bagi Pelaku Pencemaran Nama Baik Di Era Digital Berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Ite Dan Perubahannya. Audi Et AP : Jurnal Penelitian Hukum, 4(01), 47–54. https://doi.org/10.24967/jaeap.v4i01.3884
Lubis, J., Hidayat, E. F., Efendi, S., Rasiwan, I., Ishaq, F. M., Trisista, R. G. M., Minabari, A., Kartono, K., Nggeboe, F., & Wibowo, D. E. (2025). Pengantar Hukum Pidana. Adikara Cipta Aksa. https://doi.org/10.70565/617674
Misran, M. (2021). Kriteria Tindak Pidana Yang Diancam Hukuman Ta‘Zir. LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana Dan Politik Hukum, 10(1), 25. https://doi.org/10.22373/legitimasi.v10i1.10515
Mubarok, M. F. (2021). Jarimah Ta’zir Dan Hukum Positivisme Terhadap Korupsi Di Indonesia. Nuansa, 14(1). https://doi.org/10.29300/njsik.v14i1.4782
MZ, H., Efendi, S., Hamdi, S., Rahma, I., Erick, B., Heryanti, N., & Friwarti, S. D. (2024). Hukum Acara Pidana & Pidana Cyber: Buku Ajar. PT Media Penerbit Indonesia.
Nanda, D. H., & Hariyanta, F. A. (2022). Problematika Operasionalisasi Delik Pasal 27 Ayat (3) Uu Ite Dan Formulasi Hukum Perlindungan Freedom of Speech Dalam HAM. Jurnal Hukum Dan Pembangunan Ekonomi, 9(2), 214. https://doi.org/10.20961/hpe.v9i2.52779
Nugraha, Q. Q., Kam, J. P., & Nasution, A. G. A. (2026). Antara Kritik dan Pencemaran Nama Baik: Analisis Hukum Kebebasan Berpendapat dalam Perspektif UU ITE. Jurnal Siber Multi Disiplin, 4(1), 123–131. https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i1.705
Pratama, D. B., & Saputri, P. R. (2026). Implikasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 105/PUU-XXII/2024 Atas Kasus Pencemaran Nama Baik dalam Undang-Undang Informasi dan Teknologi Elektronik terhadap Kebebasan Berekspresi. Journal Law and Government, 4(1), 8. https://doi.org/10.31764/jlag.v4i1.38918
Pratama, D. W., Wafa, H. I., Efendi, S., Arzaqi, N., Rasiwan, I., Ginting, N. M., Ramiyanto, Aziz, I. R., & Putriyana, A. (2025). Kriminologi (Suatu Pengantar). Adikara Cipta Aksa.
Putra, W. pratama, & Wahid, H. (2024). Jarimah Qadzaf (Menuduh Zina) Dalam Hukum Pidana Islam Dan Hukum Positif Indonesia. Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam, 6(2), 138–147. https://doi.org/10.47435/al-ahkam.v6i2.3169
Sukataman, Idlofi, Agung Nugroho Reformis Santono, & Umar Chamdan. (2025). Maqāṣid al-Sharī‘ah and the Prohibition of Incest in Indonesian Legislation: An Analysis of the Protection of Lineage and Public Morals. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 205–226. https://doi.org/10.24090/mnh.v19i2.14989
Supriani, S., & Saputra, W. (2021). Jarimah Qadzaf (Menuduh Zina) Studi Komparasi Hukum Pidana Islam dan Hukum Positif Indonesia. JURNAL DARUSSALAM: Pemikiran Hukum Tata Negara Dan Perbandingan Mazhab, 1(1), 1–23. https://doi.org/10.59259/jd.v1i1.2
Syarbaini, A. (2023). Konsep Ta’zir Menurut Perspektif Hukum Pidana Islam. Jurnal Tahqiqa : Jurnal Ilmiah Pemikiran Hukum Islam, 17(2), 37–48. https://doi.org/10.61393/tahqiqa.v17i2.167
Tarigan, A. A. (2017). Ta’zir dan Kewenangan Pemerintah dalam Penerapannya. AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah, 17(1). https://doi.org/10.15408/ajis.v17i1.6223
Vichi Novalia, Laudza Hulwatun Azizah, Novinda Al-Islami, & Surya Sukti. (2024). Ta’zir Dalam Pidana Islam: Aspek Non Material. Terang : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 1(2), 225–234. https://doi.org/10.62383/terang.v1i2.222
Wibawa, J. M. C., Jayanuarto, R., Hangabei, S. M., & Putra, H. S. (2025). Restorative Justice in the KUHP and Protection of Sexual Violence Victims. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 7(1), 39–54. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v7i1.7704
Wijaya, M., Pratomo, B., Citta, A. B., & Efendi, S. (2025). Buku Referensi Metodologi Penelitian Kombinasi Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Mixed Methods. PT. Media Penerbit Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Merta Risardi, Sumardi Efendi, Benni Erick, Sri Dwi Friwarti, Ida Rahma (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











