Proses Adaptasi Sosial Pasien dengan Gangguan Depresi dalam Lingkungan Rumah Sakit
DOI:
https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.166Keywords:
Adaptasi Sosial, Penyesuaian Diri, Gangguan Depresi, Rumah SakitAbstract
Gangguan depresi sering kali disertai penurunan fungsi sosial yang berdampak pada kemampuan individu dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses adaptasi sosial pasien dengan gangguan depresi selama menjalani rawat inap di rumah sakit. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap satu pasien depresi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi rekam medis. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi sosial berlangsung secara bertahap, dimulai dari keterkejutan terhadap lingkungan dan aturan bangsal, munculnya perasaan kesepian, hingga kemampuan membangun hubungan sosial dengan pasien lain. Dukungan sosial dari keluarga, teman sebangsal, dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan adaptasi. Selain itu, motivasi untuk sembuh, penerimaan terhadap kondisi diri, serta keterlibatan dalam kegiatan rehabilitasi turut memperkuat proses penyesuaian diri. Meskipun terdapat hambatan berupa kecemasan dan konflik interpersonal, subjek tetap mampu mempertahankan hubungan sosial yang positif dan memperoleh penerimaan dari lingkungan bangsal. Temuan ini menunjukkan bahwa adaptasi sosial pasien depresi merupakan proses yang dinamis dan dipengaruhi oleh faktor personal maupun lingkungan.
Downloads
References
Abdul, Aziz. (2020). “Teknik Analisis Data Analisis Data.” Teknik Analisis Data Analisis Data 1–15.
Abplanalp, Samuel J., Kim T. Mueser, dan Daniel Fulford. (2022). “The centrality of motivation in psychosocial functioning: Network and bifactor analysis of the Quality of Life Scale in first episode psychosis.” Psychol Assess 34(3):205–16. doi: 10.1037/pas0001080.
APA. 2022. “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders.” in American Psychiatric Association. American Psychiatric Publishing.
BKPK. 2023. “Survei Kesehatan Indonesia (SKI). (2023).” Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Diambil 3 Juni 2026 (https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/).
Chasanah, Uswatun, Sufiati Bintanah, dan Noor SU Yuliana. (2013). “Hubungan Tingkat Depresi dengan Asupan Energi dan Protein Pasien Depresi Rawat Inap di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang.” Jurnal Gizi Universitas Muhammadiyah Semarang 2(2):48–57.
Chevalier, Agnes, Eleni Ntala, Catherine Fung, Stefan Priebe, dan Victoria J. Bird. (2018). “Exploring the initial experience of hospitalisation to an acute psychiatric ward.” PLoS One 13(9). doi: 10.1371/journal.pone.0203457.
Cohen, S., dan T. A. Wills. (1985). “Stress, Social Support, and The Buffering Hypothesis.” Psychological Bulletin 98(2):310–57. doi: https://doi.org/10.1037/0033-2909.98.2.310.
Joyes, Emma C., Melanie Jordan, Gary Winship, Gary Winship, dan Paul Crawford. (2021). “Inpatient Institutional Care: The Forced Social Environment.” Front. Psychol 12. doi: https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.690384.
Kaban, Anggi Agustin, dan Yohanes Heri Widodo. (2024). “Kemampuan Beradaptasi Sosial Mahasiswa Batak di Lingkungan Yogyakarta.” Nian Tana Sikka: Jurnal Ilmiah Mahasiswa 2(4):39–48. doi: https://doi.org/10.59603/niantanasikka.v2i4.429.
Kemenkes. (2018). “Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.” Kementerian Kesehatan RI.
Killaspy, Helen, Carol Harvey, Catherine Brasier, Lisa Brophy, Priscilla Ennals, Justine Fletcher, dan Bridget Hamilton. (2022). “Community-based social interventions for people with severe mental illness: a systematic review and narrative synthesis of recent evidence.” World Psychiatry 21(1):96–123. doi: https://doi.org/10.1002/wps.20940.
Kupferberg, Aleksandra, Lucy Bicks, dan Gregor Hasler. (2016). “Social Functioning in Major Depressive Disorder.” Neuroscience & Biobehavioral Reviews 69:313–32. doi: https://doi.org/10.1016/j.neubiorev.2016.07.002.
Levy, P. S., dan S. Lemeshow. (1999). Sampling of Population: Methods and Applications. 3 ed.
Ma, Ning, Runzi Chen, dan Yunge Fan. (2024). “A longitudinal study on the effects of social support on self-stigma, psychiatric symptoms, and personal and social functioning in community patients with severe mental illnesses in China.” International Journal of Social Psychiatry 70(5). doi: https://doi.org/10.1177/00207640241245932.
Miles, Matthew B., dan A. Michael Huberman. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook. 3 ed. USA: USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.
Molin, Jenny. (2016). “Quality of interactions influences everyday life in psychiatric inpatient care patients’ perspectives.” International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-being 11(1). doi: https://doi.org/10.3402/qhw.v11.29897.
Rahmadina, R., K. D. Dwivayani, R. Juwita, dan Z. Ibrizah. (2025). “Komunikasi Interpersonal Psikolog Klinis dan Remaja dalam Menangani Kasus Depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam.” Jurnal Sosial Teknologi 6(2). doi: https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32710.
Sari, Dina Ratna, Rini Julistia, dan Zurratul Muna. (2023). “Penyesuaian Diri dan Kompetensi Sosial pada Mahasiswa Perantauan.” INSIGHT: Jurnal Penelitian Psikologi 1(1). doi: https://doi.org/10.2910/insight.v1i1.10476.
Schneider, Alexander A. (1964). Personal Adjusment and Mental Health. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Septiana, Nyangfah Nisa, Zulfatul Khoiriyah, dan Shaleh. (2024). “Metode Penelitian Studi Kasus dalam Pendekatan Kualitatif.” Didaktik :JurnalIlmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri 10(4):233–43.
Weltens, Irene, Maarten Bak, Simone Verhagen, Emma Vandenberk, Patrick Domen, Thérèse van Amelsvoort, dan Marjan Drukker. (2021). “Aggression on the psychiatric ward: Prevalence and risk factors. A systematic review of the literature.” PLoS ONE 16(10). doi: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0258346.
WHO. (2025). “Depressive disorder (depression).” World Health Organization. Diambil 3 Juni 2026 (https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression).
Wijayanti, A., Rosyidah, dan H. Trisnowati. (2025). “Kualitas Pelayanan Rehabilitasi Sosial pada Orang dengan Gangguan Jiwa di Indonesia: Literature Review.” Jurnal Penelitian Perawat Profesional 8(6). doi: https://doi.org/10.47650/jpp.v8i6.2118.
Yunere, F., T. A. Botti, dan L. Parensah. (2025). “Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Orang Dengan Gangguan Jiwa.” Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis’s Health Journal) 11(2):191–96. doi: 10.33653/jkp.v11i2.1119.
Zheng, Shan-Shan, Hui Zhang, Man-Hua Zhang, Xue Li, Kuo Chang, dan Feng-Chi Yang. (2023). “The effects of group-based cognitive behavioral therapy in the rehabilitation of patients with chronic schizophrenia with more than two years of community-based mental health group rehabilitation.” Technol Health Care 31(5):1911–22. doi: 10.3233/THC-220904.













