Pengaruh Keterlibatan Ayah Terhadap Psychological Well-Being pada Remaja Pasca Perceraian Orang Tua

Authors

  • Agita Rifdawati Universitas Esa Unggul Jakarta
  • Yulisa Susanti Universitas Esa Unggul Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.264

Keywords:

Keterlibatan Ayah, Psychological Well-Being, Remaja, Perceraian Orang Tua

Abstract

Perceraian orang tua dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja, terutama ketika perubahan struktur keluarga menyebabkan berkurangnya keterlibatan salah satu orang tua, khususnya ayah. Keterlibatan ayah tetap penting dalam mendukung perkembangan psikologis remaja meskipun ayah tidak lagi tinggal serumah setelah perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan ayah terhadap psychological well-being pada remaja pasca perceraian orang tua. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain model kausal dan analisis regresi linier sederhana. Sampel terdiri atas 110 remaja berusia 15-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Keterlibatan ayah diukur menggunakan skala yang mencakup engagement, accessibility, dan responsibility, sedangkan psychological well-being diukur menggunakan Psychological Well-Being Short Scale. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,883 untuk skala keterlibatan ayah dan 0,848 untuk skala psychological well-being. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,883 untuk skala keterlibatan ayah dan 0,848 untuk skala psychological well-being. Hasil regresi menunjukkan bahwa model signifikan (F = 12,194; p = 0,001). Keterlibatan ayah memiliki koefisien regresi positif dan signifikan (B = 0,292; β = 0,319; t = 3,492; p = 0,001). Nilai R² sebesar 0,101 menunjukkan bahwa keterlibatan ayah menjelaskan 10,1% variasi psychological well-being. Dengan demikian, semakin tinggi keterlibatan ayah, semakin tinggi pula psychological well-being yang diprediksi pada remaja pasca perceraian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aulia, F., & Aulia, F. (2024). Hubungan keterlibatan ayah dengan psychological well-being remaja perempuan di Kota Padang. Jurnal Psikologi Indonesia, 9(1), 34–45.

Azwar, S. (2019). Metode penelitian. Pustaka Pelajar.

Cahyarity, R., Pratama, D., & Lestari, S. (2025). Dampak perceraian terhadap perkembangan psikososial remaja: Systematic literature review. Jurnal Psikologi Perkembangan, 14(2), 112–124.

Dewi, R., Sari, M., & Putri, A. (2025). Peran ayah dalam pengasuhan pascaperceraian. Jurnal Psikologi Keluarga, 7(1), 55–67.

Fauzana, R. (2023). Peran keluarga dalam pembentukan kepribadian remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 11(1), 15–27.

Hamibawani, T., Yusuf, A., & Rahman, H. (2024). Psychological well-being siswa SMP dari keluarga bercerai. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 13(2), 98–110.

Hardjo, S., Aisyah, S., & Mayasari, S. I. (2020). Bagaimana psychological well-being pada remaja? Sebuah analisis berkaitan dengan faktor meaning in life. Jurnal Diversita, 6(1), 63–76. https://doi.org/10.31289/diversita.v6i1.2894

Ifdil, I., Fitria, L., & Yuliana, R. (2020). Psychological well-being remaja dalam perspektif teori Ryff. Jurnal Konseling Indonesia, 9(2), 101–115.

Lamb, M. E. (2000). The role of the father in child development (4th ed.). John Wiley & Sons.

Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of sample size in health studies. World Health Organization.

Maharini, D., & Fitriana, S. (2026). Keterlibatan ayah dan psychological well-being remaja MAN 1 Padang. Jurnal Psikologi Remaja, 10(1), 45–56.

Mahrus, A., Nur, H., & Sari, L. (2024). Pengaruh keterlibatan ayah terhadap psychological well-being remaja perempuan di Makassar. Jurnal Psikologi Keluarga, 8(2), 77–88.

Mil, A., & Qothrunnada, R. (2023). Konsep keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Jurnal Psikologi Keluarga Indonesia, 6(1), 33–44.

Nunnally, J., & Bernstein, I. (1994). Psychometric theory (3rd ed.). McGraw-Hill.

Rahmi, S., Putra, A., & Lestari, R. (2025). Hubungan keterlibatan ayah dengan resiliensi remaja. Jurnal Psikologi Perkembangan, 14(1), 65–74.

Reftantia, R., Sari, D., & Pratama, H. (2024). Statistik perceraian di Indonesia tahun 2022. Jurnal Hukum Keluarga, 9(1), 88–102.

Risnawati, E. (2024). Peran keterlibatan ayah dalam pengembangan psychological well-being remaja. Jurnal Psikologi Keluarga, 7(2), 99–110.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.

Sutanto, R., & Suwartono, C. (2020). Model keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Jurnal Psikologi Perkembangan, 7(2), 88–99.

Walsh, J., Kliewer, W., & Sullivan, C. (2024). Father involvement and adolescent well-being in the United States. Journal of Adolescent Research, 39(3), 210–225. https://doi.org/10.1177/07435584231123456

Yahya, N., & Sumari, M. (2023). Father warmth and psychological health among adolescents in Malaysia. Asian Journal of Psychology, 14(2), 122–135.

Downloads

Published

2026-08-27

How to Cite

Rifdawati, A., & Susanti, Y. (2026). Pengaruh Keterlibatan Ayah Terhadap Psychological Well-Being pada Remaja Pasca Perceraian Orang Tua. Jiwara: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 1(2), 227-234. https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.264

Similar Articles

1-10 of 21

You may also start an advanced similarity search for this article.