Hubungan antara Self-Compassion dan Kesejahteraan Psikologis pada Perempuan Dewasa Awal yang Berperan sebagai Pencari Nafkah Utama
DOI:
https://doi.org/10.67755/jiwara.v1i2.263Keywords:
Self-Compassion, Kesejahteraan Psikologis, Perempuan Dewasa Awal, Pencari NafkahAbstract
Perempuan dewasa awal yang berperan sebagai pencari nafkah utama menghadapi berbagai tuntutan ekonomi, pekerjaan, keluarga, dan sosial yang berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis. Salah satu sumber daya psikologis yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan kesejahteraan psikologis pada perempuan dewasa awal yang berperan sebagai pencari nafkah utama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental. Sebanyak 115 responden berusia 18–40 tahun dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pekerja aktif, memiliki masa kerja minimal satu tahun, memberikan lebih dari 50% penghasilan untuk keluarga, dan tinggal bersama keluarga yang ditanggung. Setelah pengujian instrumen, diperoleh 22 item valid pada skala self-compassion dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,979 dan 17 item valid pada skala kesejahteraan psikologis dengan reliabilitas sebesar 0,970. Karena data tidak memenuhi asumsi normalitas dan linearitas, pengujian hipotesis menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan kesejahteraan psikologis (rs=0,258r_s = 0,258; p=0,005p = 0,005). Kekuatan hubungan berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion, semakin tinggi pula kecenderungan kesejahteraan psikologis, meskipun faktor lain turut berkaitan dengan kondisi tersebut.
Downloads
References
Asselmann, E., Wittchen, H. U., Lieb, R., & Beesdo-Baum, K. (2024). Self-compassion and psychological well-being: The mediating role of emotion regulation and coping strategies. Current Psychology, 43(5), 4210–4222. https://doi.org/10.1007/s12144-023-04567-8
Babazadeh, T., Ghaffari-Fam, S., Shahnavaz-Yoshanlouei, F., & Ranjbaran, S. (2022). Psychological well-being and factors affecting it after the COVID-19 pandemic. Frontiers in Psychiatry, 13, 845449. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2022.845449
Badan Pusat Statistik. (2025). Perempuan sebagai pencari nafkah utama di Indonesia 2025. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id
Ericson, M., Johansson, P., & Svensson, L. (2024). Emotion regulation, self-compassion, and psychological well-being among young adults. Journal of American College Health, 72(4), 1102–1110. https://doi.org/10.1080/07448481.2023.2187654
Ewert, C., Buechner, V. L., & Schröder-Abé, M. (2024). Self-compassion and adaptive coping: The role of self-compassion in psychological adjustment under stress. Personality and Individual Differences, 221, 112561. https://doi.org/10.1016/j.paid.2024.112561
Germer, C. K. (2009). The mindful path to self-compassion: Freeing yourself from destructive thoughts and emotions. Guilford Press.
Hurlock, E. B. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Erlangga.
Katadata Insight Center. (2022). Survei kondisi ekonomi generasi muda Indonesia tahun 2022. Katadata Insight Center. https://katadata.co.id
Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727. https://doi.org/10.1037/0022-3514.69.4.719
Kowalewska, H., & Vitali, A. (2023). The female-breadwinner well-being penalty: Differences by men’s (un)employment and country. European Sociological Review, 40(2), 293–308. https://doi.org/10.1093/esr/jcad034
Krisnawan, A., & Tanaya, Y. (2025). Konflik peran dan tekanan psikologis pada perempuan pencari nafkah utama. Jurnal Psikologi Sosial Indonesia, 14(1), 45–58.
MacBeth, A., & Gumley, A. (2012). Exploring compassion: A meta-analysis of the association between self-compassion and psychopathology. Clinical Psychology Review, 32(6), 545–552. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2012.06.003
Meliana, M., & Sahrani, R. (2024). Peranan work life balance dan resiliensi terhadap psychological well-being wanita dewasa muda yang bekerja. Jurnal Serina Sosial Humaniora, 2(1), 85–93. https://doi.org/10.24912/jssh.v2i1.31525
Neff, K. D. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2), 85–101. https://doi.org/10.1080/15298860309032
Rabbani, D., & Yuniardi, M. S. (2024). The role of work-family conflict in mediating the influence of social support on the psychological well-being of career women. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 12(2), 114–120. https://doi.org/10.22219/jipt.v12i2.33759
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069
Sugianto, D., Suwartono, C., & Sutanto, S. H. (2020). Reliabilitas dan validitas Self-Compassion Scale versi bahasa Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat, 7(2), 177-191. https://doi.org/10.24854/jpu02020-337
Syafrina, M., & Farida, I. A. (2023). Self-compassion sebagai prediktor psychological well-being mahasiswa di tiga perguruan tinggi negeri Kota Malang. Flourishing, 3(9), 366–379. https://doi.org/10.17977/um070v3i92023p366-379
Utoyo, D. R. S., & Kristinawati, W. (2024). Hubungan self-compassion dengan psychological well-being pada individu dewasa awal yang mengalami technology facilitated sexual violence. Journal of Innovation Research and Knowledge (JIRK), 4(6), 3762–3764.













